Relasi Materi Kuliah Filsafat Umum dengan Kehidupan Sekitar
(Demonstrasi Mahasiswa Pancasila Nasional Sebagai Objek Ontologis)
(Demonstrasi Mahasiswa Pancasila Nasional Sebagai Objek Ontologis)
Demonstrasi merupakan salah satu dari beragam cara agar dapat tersalurnya
aspirasi rakyat pada konstitusi negara. Demonstrasi terklasifikasi menjadi 2
macam, yakni : Demonstrasi langsung yaitu kegiatan penyaluran aspirasi secara
langsung melalui tindakan, aksi dan kehadiran langsung, sedangkan demonstrasi
tidak langsung ialah kegiatan penyaluran aspirasi melalui berbagai media.
Bandung- Aksi teaterikal dengan membawa jeriken bahan bakar menjadi
bagian dari demonstrasi yang dilakukan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam
Mahasiswa Pancasila Nasional saat menggelar aksi menolak rencana kenaikan harga
BBM di Jalan Diponegoro, Bandung, Jabar, Rabu(7/3).
Dalam contoh kejadian tersebut kita tidak boleh menarik kesimpulan
hanya sebatas apriori semata, Bahwa demonstran menolak rencana kenaikan BBM, fenomena
tersebut akan saya intepretasi secara filosofis.
Ø Metafisika, Sesuatu dapat dikatakan ada secara ontologis ketika
sesuatu itu dapat dibicarakan, dirasakan, dipikirkan dan dapat diamati secara empiris
menggunakan alat indera[1].
Kejadian tersebut dikategorikan sebagai Fenomena yang mana dapat dijelaskan secara filosofis dengan
cara menganggapnya sebagai objek, sedangkan saya, pengkaji fenomena, bertindak
sebagai subjek yang secara kritismenguji dan memahami suatu fenomena menurut
keberadaannya dalam konteks ruang dan waktu. Metafisika merupakan suatu
penjelasan tentang being yang tersembunyi di balik yang ada secara secara
fisik. Fenomena tersebut merupakan objek material, fenomena tersebut
benar – benar ada, pernah terjadi dan dapat diverifikasi kebenarannya melalui
bukti – bukti empiris berupa dokumentasi aksi atau wawancara sehinggga pada
akhirnya dapat ditemukan motif dilakukannya demonstrasi adalah problem sosial –
ekonomi dengan tantangan krisis global.
Oleh karena itu, dapat dikatakan bernilai positif jika, Seyogiyanya
(relevan) masyarakat dapat mengetahui hakikat dari keberadaan sebenarnya yang
tengah terjadi melalui kajian secara ontologis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar