Surat At-Taubah: 71
1.
Tafsir/Penjelasan Ayat
الإيضاح
(وَالْمُؤْمِنُونَ
وَالْمُؤْمِناتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِياءُ بَعْضٍ) الولاية ضد العداوة، وتشمل ولاية
النصرة وولاية الأخوة والمودة، ونصرة النساء تكون فيما دون القتال من الأعمال
المتعلقة بتعبئة الجيوش من الأمور المالية والبدنية، وكان نساء النبي صلى الله
عليه وسلم ونساء أصحابه يخرجن مع الجيش يسقين الماء ويجهزن الطعام ويحرضن على
القتال ويرددن المنهزم من الرجال قال حسان:
Al-Walayah (mengasihi) lawan dari al-‘adawah
(memusuhi), dan mencakup: mengasihi dengan pertolongan, dengan persaudaraan,
dan dengan kecitaan. Pertolongan kaum wanita diberikan –di luar berperang – dalam pekerjaan yang berkenaan dengan
mengurus tentara, seperti dalam urusan harta dan badan. Di zaman Rasul, para
istri beliau dan para istri sahabatnya keluar bersama tetara, untuk menyediakan
air dan makanan, mendorong mereka untuk ikut berperang, dan membangkitkan
semangat orang yang kalah. Husain berkata:
تظلّ جيادنا
متمطّرات ... تلطّمهن بالخمر النساء
“Kuda-kuda kami senantiasa berlari kencang,
dicambuki kaum wanita dengan kerudung-kerudung mereka”.
وقال فى وصف
المؤمنين: بعضهم أولياء بعض، وفى وصف المنافقين بعضهم
من بعض- لأن
المؤمنين بينهم أخوة ومودة وتعاون وتراحم حتى شبه النبي صلى الله عليه وسلم جماعتهم
بالجسد الواحد، وبالبنيان يشد بعضه بعضا، وبينهم ولاية النصرة فى الدفاع عن الحق
والعدل وإعلاء كلمة الله.
Dalam
menggambarkan kaum Mu’minin, Allah berfirman: ba’duhum awliya’u ba’din
‘sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain’. Sedangkan dalam
menggambarkan kaum munafik, Dia berfirman: ba’duhum min ba’din ‘sebagian
dengan sebagian yang lain adalah sama’. Sebab, di antara kaum Mu’minin terdapat
rasa persaudaraan, kecintaan, saling menolong dan saling mengasihi, sehingga
Nabi SAW menyerupakan kesatuan mereka dengan tubuh yang satu dan bangunan yang
sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Di samping itu, mereka saling
menolong dalam menegakkan kebenaran dan keadilan, serta meninggikan kalimat
Allah.
أما المنافقون
فيشبه بعضهم بعضا فى الشكوك والذبذبة وما يتبعها من الجبن والبخل وهما يمنعان من
التناصر ببذل النفس والمال، وقصارى أمرهم التعاون بالكلام وما لا يشق من الأعمال،
ومن ثم أكذب الله منافقى المدينة فى وعدهم لليهود حلفاتهم بنصرهم على النبي صلى
الله عليه وسلم والمؤمنين إذا قاتلوهم
Adapun orang-orang
munafik, sebagian mereka menyerupai sebagian yang lain dalam keraguan dan
kebimbangan, serta implikasinya berupa sifat pengecut dan kebakhilan, dua sifat
yang menghalangi mereka untuk saling menolong dengan mengorbankan jiwa dan
harta. Pendek kata, mereka haya saling menolong dalam perkataan dan perbuatan
yag tidak sulit. Oleh sebab itu, Allah mendustakan kaum munafik Madinah dalam
janji mereka bagi kaum Yahudi, bahwa mereka akan memberikan pertolongan dalam
memerangi Nabi SAW dan kaum Mu’minin, apabila tentara Allah ini memerangi
mereka:
ثم ذكر ما
يكون لهم من حسن العاقبة وعظيم الجزاء على جميل أعمالهم فقال:
Kemudian,
Allah menerangkan akibat dari –dan balasan yang besar atas– amal baik mereka:
(أُولئِكَ
سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ) أي إنه تعالى يتعدهم برحمته فى الدنيا والآخرة باستمرارهم
على طاعته وطاعة رسوله، ويقابل هذا نسيانه تعالى للمنافقين ولعنه إياهم.
Allah menjanjikan bagi mereka rahmat-Nya di dunia dan di akhirat, karena mereka terus-menerus mentaati Allah dan Rasul-Nya. Berbeda dengan kaum munafik, Allah akan melupakan dan mengutuk mereka.
Allah menjanjikan bagi mereka rahmat-Nya di dunia dan di akhirat, karena mereka terus-menerus mentaati Allah dan Rasul-Nya. Berbeda dengan kaum munafik, Allah akan melupakan dan mengutuk mereka.
(إِنَّ
اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ) أي إنه تعالى عزيز لا يمتنع عليه شىء من وعده ولا وعيده
حكيم لا يضع شيئا منهما فى غير موضعه.
وبعد أن بيّن
صفاته ورحمته لهم إجمالا- بين ما وعدهم به من الجزاء المفسّر لرحمته تقصيلا فقال:
Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Perkasa, tidak
ada sesuatu pun yang dapat menghalangi-Nya untuk memenuhi janji dan
ancaman-Nya; lagi Maha Bijaksana, tidak menempatkan sesuatu pun bukan pada
tempatnya.
2.
Nilai – nilai edukasi berkenaan
dengan ayat tersebut ialah :
a. Pendidik akan mendapatkan
kebahagiaan atas jerih payahnya dalam mengajar dan membimbing peserta didik
kelak di kemudian hari.
b.
Peserta didik yang bersungguh –
sungguh dan rajin dalam belajar akan memberikan motivasi kepada peserta didik
yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar